Abstrak
Standar telah lama dianggap sebagai blok bangunan inovasi, dan inti dari proses standardisasi adalah paten yang melindungi teknologi dasar yang penting bagi suatu standar, yang juga dikenal sebagai paten penting standar (SEP). Sejak awal tahun 90-an, pemberian lisensi SEP telah menarik banyak diskusi yang melibatkan tidak hanya industri dan akademisi tetapi juga pengadilan dan lembaga persaingan. Sementara yang terakhir telah, berulang kali, muncul dengan pedoman tentang pemberian lisensi SEP, masih ada pertanyaan yang diajukan dalam hal solusi global untuk perselisihan mengenai SEP dan penentuan tarif yang adil, wajar, dan tidak diskriminatif (FRAND). Untuk tujuan tersebut, Komisi Eropa (EC) baru-baru ini menerbitkan Rancangan Peraturan SEP, yang dimaksudkan untuk membawa transparansi dan prediktabilitas pada pemberian lisensi SEP. Rancangan Peraturan tersebut langsung mendapat reaksi dari pemberi lisensi dan penerima lisensi di seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Komentator dan akademisi ikut serta, dengan beberapa yang mengkritik peraturan yang diusulkan. Berdasarkan latar belakang di atas, makalah ini berupaya mengevaluasi Rancangan Peraturan SEP yang diusulkan oleh EC dan menganalisis lebih lanjut tantangan yang mungkin timbul terkait penerapan Rancangan Peraturan tersebut. Dengan demikian, makalah ini membahas pertanyaan yang lebih luas tentang apakah pendekatan intervensionis yang diadopsi oleh EC melalui Rancangan Peraturan tersebut kemungkinan akan membantu para inovator Eropa dan membantu pemberian lisensi SEP di Eropa? Pertanyaan tersebut menjadi lebih relevan, mengingat baru-baru ini diterbitkannya Pedoman Antimonopoli untuk SEP oleh Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR) Tiongkok.
Rancangan regulasi SEP Komisi Eropa: Sebuah jalan yang licin atau harapan baru?

Leave a Reply