Ringkasan
Kewenangan seorang adjudicator berasal dari Undang-Undang dan aturan prosedural yang mengatur adjudicasi. Biasanya, yurisdiksi seorang adjudicator dimulai ketika sengketa dirujuk kepadanya dan berakhir ketika ia mencapai keputusannya. Konsekuensi bagi seorang adjudicator yang tidak memiliki yurisdiksi atau yang melanggar batas yurisdiksinya adalah bahwa adjudicator tersebut tidak sah dan akibatnya setiap keputusan yang dicapai oleh adjudicator akan menjadi tidak berharga. Bab ini memberikan panduan tentang kapan harus memikirkan masalah yurisdiksi, pilihan yang tersedia untuk bagaimana bereaksi ketika masalah yurisdiksi muncul, keadaan di mana kemampuan untuk menantang yurisdiksi adjudicasi dapat hilang, dan beberapa tantangan yurisdiksi ambang batas, proses, dan berbasis keputusan yang mungkin terjadi. Bab ini menguraikan skenario yang muncul dalam persiapan untuk keputusan, atau dalam keputusan itu sendiri, yang dapat menunjukkan bahwa adjudicator telah bertindak di luar, atau telah gagal untuk menghabiskan, yurisdiksinya.
Yurisdiksi adjudicator

Leave a Reply